Results for: lawakan Search Results
Family Filter:
0:15
21 Jul 2009
57
Share Video

0:00
Lawakan Warkop DKI dengan judul "Pokoknya Betul" 1 of 5 part
23 Jul 2008
1903
Share Video

9:34
Lawakan Warkop DKI Live Di Palembang
21 May 2009
1772
Share Video

9:10
Warkop DKI dalam lawakan berjudul "Dokter Masuk Desa" (5 of 5)
27 Jan 2009
1023
Share Video

9:56
Lawakan/dagelan banyumasan
26 Dec 2009
102
Share Video

4:03
Lawakan Warkop DKI dengan judul "Pokoknya Betul" 5 of 5 part
19 May 2010
438
Share Video

9:36
Warkop DKI dalam lawakan berjudul "Dokter Masuk Desa" (1 of 5)
14 Nov 2010
686
Share Video

16:35
Sule Si Raja Dangdut - Terlalu ! - Lucu Banget - OVJ - Video Lucu Sule Si Raja Dangdut - Terlalu ! - Lucu Banget - OVJ - Video Lucu Sule Si Raja Dangdut - Terlalu ! - Lucu Banget - OVJ - Video Lucu Sule Si Raja Dangdut - Terlalu ! - Lucu Banget - OVJ - Video Lucu http://youtu.be/kmte43HKF7g Sule Jadi Raja Dangdut - Terlalu ! - Lucu Banget - OVJ - Video Lucu Sule Jadi Raja Dangdut - Terlalu ! - Lucu Banget - OVJ - Video Lucu Sule Jadi Raja Dangdut - Terlalu ! - Lucu Banget - OVJ - Video Lucu Sule Jadi Raja Dangdut - Terlalu ! - Lucu Banget - OVJ - Video Lucu http://youtu.be/kmte43HKF7g Sule Jadi Raja Dangdut - Terlalu ! - Lucu Banget - OVJ - Video Lucu Sule Jadi Raja Dangdut - Terlalu ! - Lucu Banget - OVJ - Video Lucu Sule Jadi Raja Dangdut - Terlalu ! - Lucu Banget - OVJ - Video Lucu Sule Jadi Raja Dangdut - Terlalu ! - Lucu Banget - OVJ - Video Lucu http://youtu.be/kmte43HKF7g Opera Van Java is an Improvisation comedy show in Indonesian TV station, Trans 7. The idea of the show is wayang orang performances in a modern version Opera Van Java (disingkat OVJ) adalah acara komedi di stasiun televisi Indonesia, Trans 7. Ide acaranya adalah pertunjukkan wayang orang versi modern. Di OVJ, aktor dan aktris yang mengisi acara diberi aba-aba untuk berimprovisasi tanpa menghafal naskah sebelumnya, dengan panduan seorang dalang. Para "wayang" diperankan oleh beberapa pelawak, seperti Nunung, Azis Gagap, Andre Taulany, Sule, dan Dalang diperankan Parto Patrio. Adapula para pemain musik tradisional lengkap dengan alat musik khas Jawa dan sinden yang menyanyikan lagu pop. Bintang tamu juga kerap ditampilkan pada tiap episodenya. Lakon-lakon yang dimainkan biasanya tentang cerita rakyat Indonesia yang dimodifikasi, cerita tentang karir seseorang yang terkenal, cerita rekaan, cerita hantu, cerita dari negara lain, atau cerita dari hal-hal yang sedang populer. Keunikan OVJ adalah lawakan dilakukan dengan improvisasi dan mengandalkan panduan dalang, namun selalu berantakan karena para pelawak pasti melenceng dari garis besar yang dibacakan dalang. Kalau sudah seperti itu, sang dalang sendiri akan turun tangan dengan perasaan kesal karena diabaikan. Ia akhirnya ikut naik ke panggung dan mengawasi cerita, seringkali ikut campur atau bahkan malah dipermainkan.
23 Aug 2013
4520
Share Video

5:42
Mongol - Ngebahas Bokep Stand Up Comedy Terlucu Mongol Bintang STAND UP COMEDY Pernah Jadi Pemimpin Gereja Setan Komentar saya: Pertama kali lihat di TV, wuih lucu, eh kayaknya orang ini pernah kulihat di VCD Kesaksian mantan pemimpin Gereja Setan yang Bertobat. Eh benaran ternyata. Asyik juga bisa menyaksikan STAND UP COMEDY beliau. Detiknews-Jakarta - Dalam kisah sebelumnya, komedian Mongol mengungkapkan bahwa masa lalunya sangat kelam. Sebelum bertobat, ternyata ia pernah mengikuti sekte sesat, yaitu menjadi pemimpin gereja setan. "Dulu aku ikut satu komunitas namanya Church of Satan di satu link yang namanya Lucifer Circle. Aku pimpinannya dan aku pimpinan untuk benua Asia," ujarnya serius saat berbincang dengan Detikhot. Mongol merasa terlahir dari keluarga yang tak punya dasar agama yang kuat. Sehingga, hal itu membuatnya salah jalan dan mengikuti bahkan menjadi pemimpin sekte sesat gereja setan di Manado. Ketika itu Mongol dipilih sebagai pemimpin gereja setan untuk benua Asia karena dinilai cerdas. Makanya ia pun mendapat tugas untuk menyesatkan dengan cara membelokkan konsep kekristenan. "Kita punya konsep yang namanya logically concept, konsep otak. Kerjaan kita membahas isi Alkitab mana yang bisa kita ubah secara konseptual dan kita munculkan dalam bentuk buku atau traktat lalu kita taruh di gereja atau di toko buku Kristen agar orang baca dan berubah pandangan," paparnya. Pria kelahiran Manado 27 September 1978 itu memang tak main-main dengan pengakuannya. "Dulu aku begitu ditakuti. Menunjuk orang kalau aku bilang mati, ya mati," ujarnya. Namun, kini semua itu tinggal cerita. Mongol telah meninggalkan semua masa lalunya yang kelam itu. Ia pun mengaku tak menyangka, soalnya secara posisi, fasilitas dan segala kemewahan yang ditawarkan gereja setan kepadanya dirasanya tak mungkin bisa membuatnya bertobat. Lantas bagaimana ia kemudian bisa "kembali ke jalan yang benar"? "Aku dijamah Tuhan dan bisa tersenyum sama tertawa. Dulu aku nggak bisa," jawabnya, kali ini jelas tidak sedang melawak. "Itu adalah mukjizat pertama yang aku bilang adalah sukacita. Secara fisik dan otak, nggak mungkin aku bertobat, tapi bagi Tuhan nggak ada yang nggak mungkin," sambungnya. Mongol merasa hidup jadi lebih indah setelah bertobat. Di balik kesuksesannya saat ini, ia percaya pada mukjizat. "Itu sudah kasih karunia Tuhan yang berlaku buat aku ketika aku mengalami pertobatan. Bagian terindah dalam hidup. Sekalipun senyumku jelek, aku bersyukur bisa tersenyum," tandasnya. Hahaha. Jakarta - Stand up comedy atau melawak dengan gaya monolog sedang digandrungi masyarakat. Di antara beberapa pelakunya, nama Mongol kini tengah naik daun lantaran dianggap lucu dalam setiap penampilannya. Pria bernama asli Rony Imannuel itu berhasil mencuri perhatian sejak pertama tampil di acara 'Stand Up Comedy Show' yang tayang di Metro TV. Banyak orang tertawa terpingkal-pingkal saat ia membawa materi lawakan seputar dirinya maupun realitas sosial di masyarakat. Mongol seringkali mengangkat tema seputar kaum homoseksual yang disebutnya dengan istilah KW. Masalah pencopet di Jakarta hingga jambul Syahrini pun tak luput jadi bahan leluconnya di atas panggung. Belum lama ini, Detikhot pun berkesempatan mewawancarai Mongol di sebuah kafe di daerah Warung Buncit, Jakarta Selatan. "Maaf agak terlambat, tadi aku berteduh dulu menunggu hujan berhenti. Soalnya aku ke sini naik ojek," ujarnya mengawali perbincangan. Pria yang biasanya melucu itu tampak ramah dan bersahabat. Ia tampil sederhana mengenakan kaos putih berkerah dipadu dengan celana jeans abu-abu. Selain itu, ia juga berkacamata dan ada anting berlian di telinga kirinya. Perawakan Mongol unik. Matanya sipit dan kulitnya sawo matang. Sedangkan logat bicaranya terdengar seperti orang Batak. Namun ia mengaku asli kelahiran Manado, sedangkan ayahnya orang Mongolia. "Itu makanya aku dipanggil Mongol. Dari kecil memang sudah dipanggil begitu," katanya. Adapun mengenai logat bicaranya yang seperti orang Batak, Mongol menjelaskan bahwa ia tinggal cukup lama bersama orang Batak saat pertama kali merantau ke Jakarta. Terlepas dari itu, selama ini memang tak ada yang percaya jika ia mengaku sebagai orang Manado. "Dulu di Pasar Senen aku pernah ditanya, orang mana? Aku jawab, orang Manado. Eh dia nggak percaya dan bilang, orang Manado itu ganteng, kulit putih, dan hidung mancung. Lah, kau macam bodat (monyet dalam bahasa Batak) begitu," kisahnya. "Kulitku hitam begini, makanya orang lebih percaya kalau aku orang Batak ketimbang Manado," sambungnya seraya tertawa. Dikisahkan, profesinya sebagai seorang comic (pelaku Stand Up Comedy) terjadi secara tak sengaja. Pertengahan Juli lalu, ia dijebak seorang temannya untuk tampil melucu di Comedy Cafe, Kemang, Jakarta Selatan. "Waktu itu kagetlah aku. Sumpah demi Tuhan, kaget. Ternyata aku disuruh melucu di depan orang-orang," kenangnya.
30 Aug 2014
3988
Share Video