Hiburan Hajatan Kampung Nan Erotis

By: swaramuslim

2,599 views

Uploaded on July 31, 2008 by swaramuslim Powered by YouTube

Liputan6.com, Tangerang: Hani meliuk-liuk di atas panggung dengan baju terbuka. Sementara penonton lelaki mendempet tubuh pendangdut tersebut di bagian-bagian vital sambil memberikan uang tips. Semua itu demi Rp 250 ribu hingga Rp 300 ribu tiap pertunjukkan. Namun, yang paling ironis pertunjukkan musik dangdut yang digelar di sebuah hajatan warga kampung di Tangerang, Banten, baru-baru ini, itu bisa disaksikan siapa saja. Bahkan, anak-anak kecil.

Tapi, bagi Hani, apa yang dilakukannya dan rekan-rekannya adalah sesuatu hal yang biasa. "Harusnya ditanggapi biasa saja," kata pedangdug yang mengaku sudah sejak kelas satu sekolah menengah pertama menjalani profesi ini.

Meski banyak peminatnya, ternyata tak berarti semua warga setuju. "Mengganggu sekali," kata Sakir. Komarudin, Kapala Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Tangerang, mengatakan, saat ini sedang dibahas soal peraturan daerah tentang pornoaksi dan pornografi. "Mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama perda ini bisa disahkan," ucap Komarudin.

Masalahnya, seringkali erotisme macam ini diamini dengan alasan merupakan ekspresi seni. Dewi Persik, pedangdut papan atas juga memberikan argumen ekspresi seni ketika dicekal di beberapa kota termasuk, Tangerang, karena goyang gergajinya [baca: Negeri Sensor?].

Lalu, siapa yang harus mengatur agar seni yang menyerempet erotisme ini tak berdampak buruk? "RW itu harus benar-benar dibina menjadi organisasi masyarakat yang bisa mengontrol apa-apa yang terjadi disitu," kata Paulus Wirutomo, sosiolog.(BOG/Tim Liputan 6 SCTV)

sumber : http://www.liputan6.com/sosbud/?id=161742

Tags:
Dangdut, Erotis, News & Events
Comments on Hiburan Hajatan Kampung Nan Erotis

RECOMMENDED CHANNELS